Keinginan Kabupaten Buleleng memiliki Irradiasi Gamma (perangkat untuk pengawet dan menjaga kualitas hasil pertanian) mendapat dukungan penuh dari Pemprov Bali. Saat ini, Pemprov Bali tengah memikirkan skema pembiayaan pembangunan Irradiasi Gamma yang mencapai Rp 156 miliar, sementara kebutuhan lahan sudah tersedia.
Rencana pembangunan Irradiasi Gamma ini telah lama digadang-gadang oleh Pemkab Buleleng. Bahkan, Bupati Agus Suradnyana telah membuat kesepakatan dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dalam pemanfaatan teknologi nuklir untuk pertanian. Harapannya, dengan keberadaan Irradiasi Gamma tersebut, kualitas hasil pertanian baik di Buleleng maupun Bali umunya dapat ditingkatkan dan terjaga dengan baik.
Dukungan Pemprov Bali terhadap rencana Pemkab Buleleng membangun Irradiasi Gamma tersebut disampaikan Gubenur Wayan Koster saat beertatap muka dengan seluruh komponen masyarakat Buleleng di Gedung Kesenian Gde Manik, Jalan Udayana Singaraja, Minggu (17/3). Simakrama hari itu menghadirkan perangkat desa adat dan para Perbekel se-Buleleng, serta perwakilan guru dan tokoh masyarakat.
Gubernur Koster mengatakan, pihaknya sedang memikirkan skema pembiayaan pembangunan Irradiasi Gamma tersebut. Dia memperkirakan pembangunan Irradiasi Gamma menghabiskan dana sebesar Rp 156 miliar. Irradiasi Gamma tersebut ditargetkan sudah dibangun paling lambat tahun 2020 mendatang.
“Sekarang saya sedang pikirkan skema pembiayaannya. Tapi, dari Pemkab Buleleng sudah mengusulkan dana Kementerian Pertanian. Saya rasa kalau dananya sebesar Rp 156 miliar, pasti ada jalan keluarnya. Sedang saya pikirkan ini untuk kepentingan pertanian di Bali,” tandas Koster dalam simakrama yang dihadiri pula.
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Pimpinan SKPD lingkup Pemkab Buleleng, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, anggota Fraksi PDIP DPR RI Dapil Bali I Made Urip, dan sejumlah anggota Fraksi PDIP DPRD Bali Dapil Buleleng tersebut.
Menurut Koster, program pembangunan Irradiasi Gamma tersebut sangat tepat, karena dapat meningkatkan kualitas hasil pertanian di Bali. Apalagi, kini seluruh hotel di Bali diwajibkan menyajikan buah-buahan hasil pertanian lokal Bali. “Program ini sangat bagus dan harus jalan, karena membuat hasil pertanian seperti buah-buahan dan sayuran awet dan tahan lama, serta terbebas dari bakteri,” kata Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng yang juga menjabat Ketua DPD PDIP Bali ini.
Koster menyebutkan, pihaknya saat ini hanya memikirkan skema pembiayaan, karena lahan yang akan dipakai sebagai lokasi pembangunan Irradiasi Gamma di Buleleng sudah tersedia. Lahan tersebut adalah milik Pemprov Bali seluas 22 hektare di kawasan Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
“Lahan untuk pembangunan Irradiasi Gamma kan sudah siap, tinggal pakai itu. Kebutuhan lahan memang luas, karena harus ada pergudangan, ruang paking, dan penyortiran, sebelum masuk ke mesin pengolahan Irradiasi Gamma,” tegas Koster yang notabene mantan anggota Komisis X DPR RI dari Fraksi PDIP Dapil Bali tiga kali periode.
Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana kembali menegaskan pentingnya Irradiasi Gamma tersebut dibangun di Gumi Panji Sakti. Selain lahan sudah siap, hampir 70 persen hasil pertanian berupa buah-buahan di Bali berasal dari Buleleng. Karenanya, keberadaan Irradiasi Gamma tersebut dapat menggairahkan sektor pertanian di Buleleng dan Bali umumnya.
Dengan Irradiasi Gamma, kata Agus Suradnyana, pasca panen dapat ditangani dengan hasil pertanian yang berkualitas ekspor. “Dengan alat Irradiasi Gamma ini, buah mangga akan mampu bertahan selama 3 bulan. Jambu krista; kalau masuk hotel ada bintik lalatnya, tamu tidak akan mau memakan. Tapi, dengan alat ini, semua akan hilang,” jelas Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng yang juga Ketua DPC PDIP Buleleng ini.
Sumber: Nusa Bali, Senin 18/03/2019 Hal 1