Denpasar – Rangkaian Babak Final Junior Sentinel Challenge (JSC) Tahun 2026 diawali dengan Literasi Keamanan Informasi kepada siswa-siswi SMK TI se-Bali yang diselenggarakan secara daring pada Senin (6/7/2026). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfos) Provinsi Bali yang diwakili oleh Kepala Bidang Persandian Diskominfos Provinsi Bali.
Dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Kominfos Provinsi Bali, Kepala Bidang Persandian Diskominfos Provinsi Bali, Putu Sundika menyampaikan pentingnya penguatan literasi keamanan informasi bagi generasi muda di era digital. Sundika menekankan bahwa pelajar memiliki peran penting dalam menjaga ruang siber agar tetap aman, cerdas, dan bertanggung jawab. “Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berdiskusi, bertukar pengalaman, dan menjalin persahabatan dengan peserta dari berbagai sekolah di seluruh Bali,” ungkap Sundika.

Pada sesi pertama, narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hana Pertiwi, menyampaikan materi Literasi Keamanan Siber dan Perlindungan Data Pribadi bagi Pelajar. Dalam pemaparannya, Hana Pertiwi menekankan pentingnya kesadaran keamanan siber sejak dini. “Keamanan siber penting bagi pelajar karena membantu melindungi identitas data pribadi, perangkat, dan aktivitas belajar dari berbagai ancaman di dunia digital,” jelas Hana.

Sesi selanjutnya diisi oleh perwakilan Ditresiber Polda Bali, Ipda I Wayan Sawendo Eko Wijana, S.Kom, dengan materi Jejak Digital dan Konsekuensi Hukumnya. Sawendo menjelaskan bahwa setiap aktivitas di internet akan meninggalkan rekam jejak yang dapat berdampak hukum di kemudian hari. Ia juga memaparkan bahwa jejak digital terbagi menjadi dua, yaitu jejak digital aktif seperti unggahan foto, komentar, dan aktivitas di media sosial, serta jejak digital pasif seperti lokasi pengguna, cookies, alamat IP, dan riwayat pencarian. Melalui pemaparan materi ini, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga data pribadi, bersikap bijak dalam bermedia digital, serta menyadari konsekuensi hukum dari setiap aktivitas di ruang siber.

Selama pelaksanaan kegiatan literasi, para peserta yang terdiri dari siswa-siswi SMK TI se-Bali tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan oleh kedua narasumber. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam menyimak materi, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap isu keamanan siber, pelindungan data pribadi, serta pemahaman jejak digital dan konsekuensi hukumnya sebagai bekal dalam beraktivitas di ruang digital secara aman dan bertanggung jawab.
Kegiatan final JSC Tahun 2026 ini menjadi wahana penting untuk membekali pelajar dengan keterampilan dan wawasan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan siber di masa depan. Diharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan, tetapi juga memperkuat kesadaran dan tanggung jawab generasi muda terhadap keamanan digital.




