Denpasar – Transformasi digital bukan hanya tentang pemanfaatan teknologi, tetapi juga tentang menghadirkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Semangat tersebut mewarnai pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Smart City dan Smart Province yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital, Direktorat Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah, di Kantor Inspektorat Provinsi Bali pada 23–24 Juni 2026.
Pada hari pertama, Selasa (23/6), dilaksanakan FGD Pendampingan Smart City untuk Penyelesaian Permasalahan Tematik di Wilayah Metropolitan Sarbagita pada dimensi Smart Environment dan Smart Living. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana, dan dihadiri Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Aris Kurniawan. Forum ini menjadi wadah untuk mengidentifikasi berbagai tantangan pembangunan kawasan metropolitan serta merumuskan solusi digital yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat secara terpadu.
Kegiatan dilanjutkan pada Rabu (24/6) dengan FGD Pendampingan Smart Province Bali yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Gusti Ngurah Kama Wijaya, mewakili Kepala Dinas. Diskusi difokuskan pada penyusunan Masterplan Smart Province Bali sebagai dokumen strategis yang akan menjadi arah kebijakan dan peta jalan transformasi digital daerah, sekaligus memastikan pembangunan digital Bali berjalan secara terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan.
Melalui keterlibatan berbagai narasumber dan pemangku kepentingan yang kompeten di bidangnya, kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang komprehensif dan implementatif. Hasil diskusi akan menjadi landasan penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong terwujudnya Bali sebagai provinsi cerdas yang mampu menjawab tantangan pembangunan masa kini dan masa depan.








