Diskominfos Provinsi Bali Mengadakan Dialog Peningkatan Kapasitas Humas

Selasa (28/5), Dinas Komuniaksi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali mengadakan Dialog Peningkatan Kapasitas Humas. Bertempat di Ruang Rapat Sandat Diskominfos Provinsi Bali yang dihadiri oleh Dr I Nyoman Subanda Drs, Msi selaku Ketua Program Studi S2 MAP Undiknas, Letkol Bayu Panji Bangsawan selaku Pasintel KOREM 163 Wirasatya, dan Paulus Suardi SS.MSi selaku Wartawan Senior RRI Denpasar yang menjadi narasumber di kegiatan Dialog Peningkatan Kapasitas Humas.

Kegiatan Dialog Peningkatan Kapasitas Humas dibuka secara resmi oleh Komang Mastika selaku Kepala Bidang Infrastruktur dan Data Elektronik mewakili Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Provinsi Bali serta didampingi oleh Kasi Sumber Daya Komunikasi Publik, Drs. Ida Bagus Ketut Agung Ludra yang juga menjadi moderator. Kegiatan Dialog Peningkatan Kapasitas Humas mengangkat tema Bangkit Untuk Bersatu dan dibuka dengan 3 (tiga) sesi.

Sesi pertama dengan narasumber, Dr I Nyoman Subanda Drs, Msi dan moderator, Drs. Ida Bagus Ketut Agung Ludra membahas mengenai Komunikasi Politik Pasca Pilpres/Pileg. Penghelatan Demokrasi Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden yang dilaksanakan Tanggal 17 April 2019, adalah proses Demokrasi yang sangat besar dan luar biasa. Proses Demokrasi ini telah melahirkan Polarisasi di tengah masyarakat sehingga menjadi 2 (dua) kelompok masyarakat yang berhadapan. Kondisi ini dibutuhkan komunikasi politik oleh Pemerintah khususnya pejabat pengelola informasi sebagai media sandaran masyarakat untuk bias memberikan informasi yang akurat dengan data visual  sehingga kepastian dari informasi yang berkembang dalam kepentingan politik dapat diredam. Kepentingan politik mendorong semua orang memanfaatkan semua media untuk pemenuhan Kebutuhan mereka untuk memenangkan kontestasi, sehingga melupakan basic dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sesi kedua dengan narasumber, Letkol Bayu Panji Bangsawan dan moderator, Drs. Ida Bagus Ketut Agung Ludra membahas mengenai Langkah Strategis Pengamanan Teritorial Pasca Pilpres/Pileg. Pemetaan keamanan khususnya di Bali sudah dilaksanakan sejak pelaksanaan Pilkada serentak. Bali merupakan daerah yang sangat strategis untuk menjadi pusat kampanye dan promosi, karena Bali merupakan pintu komunikasi international sehingga sangat mungkin di gunakan sebagai media besar untuk pemicu popularitas para kandidat khusunya saat kontestasi Pemilu Presiden. Pengamanan territorial dengan memetakan sumber komflik seperti saat Pilpres, TNI bersama Polisi sudah merancang strategi dan antisipasi ancaman dengan meletakan kondisi daerah. Akan menjadi ancaman ganguan kamtibmas di Bali bila pasangan calon 01 yang kalah, sebaliknya akan terjadi gangguan kamtibnas di Jakarta bila pasangan 02 kalah, dan prediksi ini terbukti dan posisi keamanan Bali juga tidak boleh diabaikan karena Bali merupakan bagian integrasi kawasan Negara Republik Indonesia, sehingga ancaman gangguan juga sangat mungkin memanfaatkan Bali untuk mengundang simpati Negara Luar.

Sesi ketiga dengan narasumber, Paulus Suardi SS.Msi dan moderator, Drs. Ida Bagus Ketut Agung Ludra membahas mengenai Teknik Komunikasi Publik. Transparansi Pemerintahan di era keterbukaan Informasi Publik merupakan sebuah Kebutuhan dan keharusan era demokrasi yang sedang tumbuh kembang. Keterbukaan Informasi sesuai dengan UU no. 14 Tahun 2008 Penyelenggara Pemerintah yang merupakan badan Publik punya kewajiban untuk menyampaikan informasi dengan kategori sebagai berikut, Informasi yang mesti ada setiap saat, Informasi Serta Merta, dan Informasi Berkala. Sebagai pejabat pengelola informasi public dibutuhkan cara komunikasi yang baik dengan mendekatkan diri dengan pola-pola, seperti, Respek, Impaty, Audible, Clarity, dan Humble.

Kesimpulan, Dialog Kebangsaan dengan Tema Bangkit Untuk Bersatu harus secara terus menerus di laksanakan dan disosialisasikan ke masyarakat, dengan mendorong nilai-nilai cinta Tanah Air.

“Peminpin harus hadir menjadi Negarawan yang lebih mementingkan kelanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan meletakan sendi-sendi kejujuran, keadilan, dengan tidak mengejar popularitas dan mengabaikan hasil yang dicapai,” ujar Drs. Ida Bagus Ketut Agung Ludra.

Leave a Reply