Rapat Koordinasi Terkait Dengan Masalah Kemiskinan

Denpasar. Senin, 11 Pebruari 2019, Bidang Statistik, Dinas Komuniaksi Informatika dan Statistik ( Dinas Kominfos) Prov. Bali mengadakan rapat koordinasi dengan instansi dan lembaga terkait bertempat di ruang rapat Jepun dinas Kominfos Prov. Bali terkait dengan masalah kemiskinan.

Pimpinan rapat kepala bidang statistik Dewa Rustina menyampaikan bahwa tujuan diadakan rapat koordinasi adalah disamping mencari jumlahnya penduduk miskin juga yang terpenting adalah akar (penyebab kemiskinan itu sendiri. Mungkin karena karakter/budaya masyarakat, kurangnya kesempatan/akses, atau natural atau memang sudah nyaman hidup miskin dll.

Sebagaimana di reales oleh Badan Pusat Statistik Prov. Bali bahwa jumlah penduduk (KK) miskin di Prov. Bali mencapai angka 3, 9%. Dalam era kepemimpinan Gubernur Bali Bpk Wayan Koster menginginkan tingkat kemiskinan di daerah Bali diantara angka 1 – 1.5%. Dengan kondisi ini dinas Kominfos akan melakukan kegiatan survey/pendataan di tahun 2020 dengan kerjasama menggandeng perguruan tinggi salah satunya Universitas Hindu Denpasar.

Disamping mendata jumlahnya juga akan dilakukan penelitian penyebab terjadinya kemiskinan. Kabid statistik juga menyatakan bahwa tahun 2020 semua daerah akan bebas dari kegiatan politik sehingga diharapkan data yang diperoleh se obyektif mungkin dan tidak terkontaminasi politis. Survey/pendataan dilakukan dengan data yang akurat dan valid agar memudahkan pimpinan untuk mengambil kebijakan dan keputusan dan benar- benar program pengentasan kemiskinan dapat berjalan efektif dan efisien.

Walaupun waktu pelaksanaan setahun lagi, namun masih perlu dilakukan koordinasi dengan BPKP Perwakilan Bali, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daetah, untuk pengelolaan anggarannya, diharapkan juga inspektorat prov. Bali ikut mengawal program kegiatan ini, memberikan arahan dan bimbingannya, karena Bappeda dan Litbang prov Bali juga sudah memfosting anggaran untuk kegiatan ini, karena program pengentasan kemiskinan juga termasuk salah satu sasaran dari visi dan misi Bapak Gubernur Bali periode 2018 – 2023. Puskasnya (DW).

Leave a Reply